November 16, 2009 oleh Raptor Indonesia

Sumber foto dari ARRCN Website
Asian Raptor Research and Conservation Network(ARRCN) tahun ini kembali mengadakan Worskhop Raptor bertajuk “Raptor of Borneo”. Kenapa sih kok di Kalimantan?. Jauh euy! Begitu pertanyaan dan komentar yang keluar ketika undangan Workshop itu di sebar di Group Facebook Raptor Indonesia.
sumber foto: http://www5b.biglobe.ne.jp/~raptor/gallery.htm
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Seminar and Workshop | Bertanda ARRCN, Aves Sylva Untan, RAIN, Seminar Raptor, Workhsop on Raptors of borneo, workshop raptor | Leave a Comment »
Oktober 28, 2009 oleh Raptor Indonesia

photo by AW
Kegiatan pengamatan migrasi raptor yang dilakukan di Puncak sudah sejak tahun 2001 intens dilakukan oleh Raptor Indonesia bersama para pengamat burung yang ada di Bogor dan sekitarnya. Kegiatan tahunan ini banyak menarik perhatian dari para Birdwatcher. Seperti yang dilakukan pada Bulan Oktober ini. Pada tanggal 24-25 oktober lalu jumlah peserta pengamatan terbilang cukup banyak. Setidaknya sekitar 30-an orang melakukan pengamatan bersama di Bukit Paralayang Puncak, Bogor. Yang hadir pada kegiatan pengamatan tidak semata-mata dari komunitas pengamat burung yang memang sudah faham dengan fenomena ini tapi ada beberapa yang notabene tidak mengenal apa itu Raptor apalagi fenomena Migrasi Raptor yang kita tahu selama ini.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Raptor Migran | Bertanda Bukit Paralayang, Migrasi Raptor, Penyadartahuan, Raptor Migran | Leave a Comment »
Oktober 19, 2009 oleh Raptor Indonesia
Oleh: Asman A. Purwanto
Pengamatan Migrasi Raptor sudah dimulai dari awal bulan Oktober. Anggota RAIN bersama para pengamat Burung yang ada di Bogor(SBI-Info) melakukan pengamatan bersama setiap sabtu minggu di Bukit Paralayang, Puncak Bogor. Sejauh ini data perjumpaan yang sudah terkumpul terbilang lumayan banyak. Data yang terkumpul merupakan data pengamatan yang dilakukan oleh para birdwatcher yang ada di Indonesia yang kemudian di share ke Mailing list Raptor Indonesia dan Sahabat Burung Indonesia Info. Untuk mengetahui jumlah raptor migran yang masuk ke indonesia saya berinisiasi untuk mengumpulkan data itu.
-
-
Pernis ptilorhynchus
-
-
Accipiter soloensis
-
-
Pernis ptilorhyncus orientalis
Photography by: Iwan Londo/WCS-IP
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Birdwatching, Raptor Migran, konservasi raptor | Bertanda accipiter, Accipiter soloensis, Burung Pemangsa, Elang Alap Cina, Elang Alap Jepang, gularis, Migrasi, Migrasi Raptor, Pernis ptilorhyncus, Sikep Madu Asia, soloensis | 2 Komentar »
Agustus 19, 2009 oleh Raptor Indonesia

Foto Ketika di kandang suaka elang
Satu ekor Elang Jawa(Spizaetus bartelsi) hasil sitaan dari seorang warga Sukabumi akhirnya dilepasliarkan di kawasan Tapos, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tanggal 18 Agustus sehari setelah peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 64 tahun.
Elang yang menjadi lambang Negara Indonesia setelah di tetapkanya jenis ini oleh pemerintah pada tahun 1993 sebagai satwa identitas Bangsa karena kemiripanya dengan Garuda lambang Negara Republik Indonesia.
Sebelumnya, elang jawa yang dilepasliarkan telah melalui tahapan Rehabilitasi yang dilakukan oleh Suaka Elang yang berlokasi di kawasan Gunung Salak, Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Elang Jawa yang dilepasliarkan oleh Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam merupakan satwa hasil penertiban yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat Sekwil Sukabumi pada tanggal 30 Agustus 2008 yang kemudian di translokasi ke suaka elang pada tanggal 22 November 2008.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Ex-situ, Pelepasliaran, Penyelamatan Raptor, Rehabilitasi, in-istu, konservasi raptor | Bertanda accipitridae, bartelsi, Elang Jawa, Hawk Eagle, Javan Hawk Eagle, Pelepasliaran, RAIN, spizaetus, Spizaetus bartelsi, TNGGP, TNGHS | 2 Komentar »
Agustus 16, 2009 oleh Raptor Indonesia

Spilornis cheela
Hutan Gunung Walat seluas lebih kurang 359ha. Kawasan Gunung Walat mulai ditanami pada tahun 1951/52 dengan jenis Damar (Agathis loranthifolia) dan tahun-tahun selanjutnya ditanami dengan jenis-jenis lain seperti Pinus (Pinus merkusii), Puspa (Schima sp). dan Mahoni (Swietonia sp.). sampai sekarang hampir seluruh areal Hutan Pendidikan Gunung Walat telah ditanami disamping masih banyaknya tumbuhan asli setempat.
Secara Administrasi Pemerintahan Hutan Pendidikan Gunung Walat terletak dalam wilayah Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, sedangkan secara Administrasi Kehutanan termasuk dalam wilayah BKPH Gede Barat, KPH Sukabumi Perum Perhutani Unit III Jawa Barat.
Lokasi Hutan Pendidikan Gunung Walat terletak 2,4 km dari poros jalan Sukabumi – Bogor (desa Segog). Dari simpang Ciawi berjarak 46 km dan dari Sukabumi 12 km. Wilayah hutan terdiri dari tiga blok, yaitu blok Timur (Cikatomang) seluas 120 Ha, blok Barat (Cimenyan) seluas 125 Ha, dan blok Tengah (Tangkalak) seluas 114 Ha.
Tulisan di atas merupakan catatan perjalanan dari anggota RAIN yang melakukan pengamatan Raptor di sela-sela kegiatan tugasmya dari Kampus. Untuk artikel lengkapnya bisa di Download disini
Ditulis dalam Birdwatching, catatan perjalanan | Bertanda catatan perjalanan, Elang ular bido, Gunung Walat, Kegiatan Anggota | 5 Komentar »